PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG SADARI DI SMA AL HIKMAH MAYONG JEPARA
Keywords:
pendidikan kesehatan, SADARI, kanker payudara, deteksi diniAbstract
ABSTRAK
Kanker payudara merupakan salah satu penyakit dengan angka kejadian tertinggi pada perempuan di dunia dan menunjukkan tren peningkatan, termasuk pada kelompok remaja. Deteksi dini melalui Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) menjadi langkah preventif yang sederhana, murah, dan efektif untuk menemukan kelainan sejak tahap awal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswi SMA mengenai SADARI melalui pendidikan kesehatan. Kegiatan dilaksanakan satu kali dalam tahun ajaran 2025–2026 di SMA Al Hikmah Mayong Jepara dengan melibatkan 32 siswi. Metode yang digunakan meliputi pre-test untuk mengukur pengetahuan awal, pemberian materi pendidikan kesehatan tentang SADARI, serta post-test untuk mengevaluasi perubahan pengetahuan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan siswi, dimana kategori pengetahuan baik meningkat dari 11 menjadi 23 siswi, sedangkan kategori pengetahuan kurang menurun dari 12 menjadi 2 siswi setelah intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja putri tentang deteksi dini kanker payudara melalui SADARI. Program edukasi yang berkelanjutan sangat direkomendasikan sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif kesehatan reproduksi remaja.
Kata kunci: pendidikan kesehatan, SADARI, kanker payudara, deteksi dini, remaja
ABSTRACT
Breast cancer remains one of the most prevalent diseases among women worldwide and continues to show an increasing trend, including among adolescents. Early detection through Breast Self-Examination (BSE) is a simple, low-cost, and effective preventive method to identify abnormalities at an early stage. This community service program aimed to improve high school female students’ knowledge regarding BSE through health education. The activity was conducted once during the 2025–2026 academic year at SMA Al Hikmah Mayong Jepara and involved 32 female students. The method consisted of a pre-test to assess baseline knowledge, followed by a health education session on BSE, and a post-test to evaluate knowledge improvement. The findings demonstrated a significant increase in knowledge levels, with the number of students categorized as having good knowledge rising from 11 to 23, while those with poor knowledge decreased from 12 to 2 after the intervention. These results indicate that health education is effective in enhancing adolescents’ understanding of early breast cancer detection through BSE. Continuous educational programs are strongly recommended to strengthen promotive and preventive reproductive health efforts among adolescents.
Keywords: health education, breast self-examination, breast cancer, early detection, adolescent girls


