Hikmah Journal of Community Service
https://hijcoms.univ-alhikmahjepara.ac.id/index.php/hijcoms
<p><strong>Hikmah Journal of Community Service</strong> dengan nomor registrasi ISSN 2986-3821 (Print) dan ISSN 2986-2582 (Online) merupakan jurnal ilmiah hasil-hasil pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di semua bidang keilmuan (multidisiplin ilmu : Kesehatan, Pendidikan, Teknik, Ekonomi Bisnis, Komunikasi, Teknologi Informasi, dan lain-lain ) yang diterbitkan oleh LPPM Universitas Al Hikmah Jepara secara berkala 3 kali dalam satu tahun (Februari, Juni, Oktober)</p>LPPM Universitas Al Hikmah Jeparaen-USHikmah Journal of Community Service2986-3821PEMERIKSAAN KESEHATAN TERPADU SEBAGAI UPAYA DETEKSI DINI GANGGUAN KESEHATAN UMUM, MATA, DAN MUSKULOSKELETAL
https://hijcoms.univ-alhikmahjepara.ac.id/index.php/hijcoms/article/view/87
<h3>ABSTRAK</h3> <p>Kesehatan merupakan salah satu faktor utama yang menentukan kualitas hidup masyarakat. Upaya peningkatan derajat kesehatan tidak hanya dilakukan melalui pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan, tetapi juga melalui kegiatan promotif dan preventif yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Pemeriksaan kesehatan secara berkala dapat membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatan dan faktor risiko penyakit sehingga dapat dilakukan tindak lanjut secara tepat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian warga terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin serta mendukung upaya deteksi dini penyakit. Kegiatan dilaksanakan di halaman kampus Universitas Widya Husada Semarang dengan sasaran warga Kelurahan Krapyak. Pemeriksaan dilakukan sebagai upaya skrining kondisi kesehatan masyarakat sesuai dengan pemeriksaan yang tersedia meliputi pemeriksaan deteksi dini terhadap berbagai masalah kesehatan melalui pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan mata, dan pemeriksaan fisioterapi. Kegiatan mendapat respons positif dan partisipasi aktif dari warga Kelurahan Krapyak. Pemeriksaan kesehatan gratis ini menjadi salah satu bentuk pelayanan promotif dan preventif yang dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kondisi kesehatannya serta memberikan kesempatan untuk mengenali faktor risiko penyakit lebih awal, penerapan pola hidup sehat, pemeliharaan kesehatan mata, serta pencegahan gangguan sistem gerak. Kegiatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat melalui peningkatan akses terhadap pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, tenaga kesehatan, pemerintah Kelurahan Krapyak, dan masyarakat. Program pengabdian ini diharapkan dapat menjadi kegiatan berkelanjutan dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. Diharapkan dapat memotivasi masyarakat untuk selalu menerapkan perilaku hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas hidup.</p> <p><strong>Kata kunci: pemeriksaan kesehatan, deteksi dini, pemeriksaan mata, fisioterapi, edukasi kesehatan.</strong></p> <p> </p> <h3>ABSTRACT</h3> <p>Health is a key determinant of a community's quality of life. Efforts to improve health status involve not only clinical services at healthcare facilities but also health promotion and disease prevention activities that require active community participation. Regular health check-ups enable individuals to understand their health status and identify disease risk factors, facilitating appropriate follow-up actions. This initiative aimed to raise public awareness regarding the importance of routine health screenings and to support early disease detection. The event took place on the campus grounds of Universitas Widya Husada Semarang, targeting residents of the Krapyak Urban Village. Screenings were conducted to assess community health, covering general health checks, eye examinations, and physiotherapy assessments. The event received a positive response and active participation from the local residents. This free health screening served as a form of preventive and promotive care, fostering greater health awareness and offering opportunities for early risk factor identification, the adoption of healthy lifestyles, eye health maintenance, and the prevention of musculoskeletal disorders. The initiative benefited the community by improving access to healthcare services while strengthening collaboration among the university, healthcare professionals, the Krapyak Urban Village administration, and local residents. This community service program is intended to become a sustainable initiative that supports the improvement of community health and quality of life, motivating residents to adopt healthy habits and undergo regular check-ups as part of their efforts to enhance their well-being.</p> <p><strong>Keywords: health screening, early detection, eye examination, physiotherapy, health education.</strong></p>Cempaka Kumala Sari Zaenal AbidinMachbub JunaediElista Lisnawati
Copyright (c) 2026 Hikmah Journal of Community Service
2026-06-252026-06-25424247PENINGKATAN PENGETAHUAN KADER KESEHATAN DALAM MELAKUKAN RESUSITASI JANTUNG PARU (RJP) DI DESA ANGGASWANGI KABUPATEN GROBOGAN (PROGRAM PKM)
https://hijcoms.univ-alhikmahjepara.ac.id/index.php/hijcoms/article/view/85
<p>Henti Jantung merupakan kondisi kegawatdaruratan yang dapat mengancam jiwa serta berujung kematian apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Tindakan penyelamatan tersebut adalah Resusitasi Jantung Paru (RJP). RJP masih belum umum dilakukan oleh orang awam. Pemberdayaan Kader dianggap perlu agar mereka dapat memberikan pertolongan sebelum dibawa ke Rumah Sakit. Program PkM dengan pendekatan edukasi dan pelatihan dibutuhkan untuk program ini. Tujuan PkM ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader Kesehatan dalam melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) Di Desa Anggaswangi Kabupaten Grobogan. Metode yang digunakan adalah pre-post test desain melalui kegiatan edukasi dan praktik RJP. Sasaran PkM adalah kader kesehatan Desa Anggaswangi yang berjumlah 28 kader. Analisa dilakukan secara deskriptif dan <em>Chi-Square</em>. Hasil PkM menunjukkan pengetahuan kurang (pre edukasi) sebanyak 21 (75.0%) responden, pengetahuan sedang (post edukasi) sebanyak 13 (46,4%) responden. Kemampuan RJP berada pada tingkatan cukup yaitu sebanyak 13 (46,5%). Terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kemampuan RJP dengan <em>p-value</em> sebesar 0.000. Kesimpulannya ada Hubungan antara Pengetahuan dengan Kemampuan RJP pada kader kesehatan di Desa Anggaswangi-Grobogan.</p>Nurulistyawan PurnantoYuwanti YuwantiEdy SaputraMetha Mudrifah ZainPutri Diana WatiEarly Rahma ElivionaIndah MulyaniMakarela Cellyana AlfanzaRaden SuartadiSri YuningsihYogi Anggreeni
Copyright (c) 2026 Hikmah Journal of Community Service
2026-06-212026-06-21422432EDUKASI BEYOND USE DATE DAN EXPIRED DATE OBAT PADA SISWA SMA MELALUI PROGRAM SMART TEENS
https://hijcoms.univ-alhikmahjepara.ac.id/index.php/hijcoms/article/view/83
<p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>Penggunaan obat-obatan yang sudah kedaluwarsa atau telah melewati tanggal batas penggunaan (BUD) masih umum terjadi di masyarakat. Banyak orang hanya memeriksa tanggal kedaluwarsa pada label obat, tanpa menyadari bahwa formulasi obat tertentu memiliki masa simpan yang lebih singkat setelah dibuka. Menggunakan obat-obatan yang telah melewati tanggal BUD dapat meningkatkan risiko efek samping, kontaminasi mikroba, dan penurunan efektivitas terapeutik. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa mengenai pentingnya memahami informasi EXP dan BUD pada obat-obatan, metode penyimpanan obat yang benar, serta risiko yang terkait dengan penggunaan obat-obatan yang melampaui batas aman. Tahapan kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi pra-tes, sesi edukasi, demonstrasi, latihan praktik sederhana (simulasi identifikasi label obat), diskusi, dan evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan dalam pemahaman mahasiswa mengenai konsep BUD, dengan persentase rata-rata sebesar 87,50%. Analisis statistik menunjukkan nilai p sebesar 0,02 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil pra-tes dan pasca-tes. Kegiatan pendidikan mengenai topik Beyond Use Date (BUD) dan Expiration Date (ED) obat-obatan bagi siswa sekolah menengah atas melalui program Smart Teens, Smart Medicine terbukti sangat efektif dan bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan siswa mengenai penggunaan obat-obatan.</em></p> <p><strong>Kata kunci</strong>: <strong><em>Beyond Use Date; Expiration Date, Obat; Pendidikan; Remaja</em></strong></p> <p><strong><em>ABSTRACT</em></strong><em>.</em></p> <p><em> </em><em>The use of medications that have expired or passed their best-use date (BUD) remains common in the community. Many people only check the expiration date on the medication label, without realizing that certain drug formulations have a shorter shelf life once opened. Using medications that have passed their BUD can increase the risk of side effects, microbial contamination, and reduced therapeutic effectiveness. The objective of this program is to raise students’ awareness and knowledge regarding the importance of understanding EXP and BUD information on medications, proper medication storage methods, and the risks associated with using medications beyond their safe limits. The stages of this community service activity include a pre-test, educational sessions, demonstrations, simple practical exercises (simulations of medication label identification), discussions, and an evaluation. The evaluation results showed a highly significant improvement in students’ understanding of the BUD concept, with an average score of 87.50%. Statistical analysis revealed a p-value of 0.02 (p < 0.05), indicating a significant difference between pre-test and post-test results. Educational activities on the topics of Beyond Use Date (BUD) and Expiration Date (ED) of medications for high school students through the Smart Teens, Smart Medicine program proved to be highly effective and beneficial in improving students’ knowledge regarding medication use.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: </em><strong><em>Beyond</em></strong><strong><em> Use Date; Expiration Date; Education; Medication; Teen</em></strong></p>Endra PujiastutiAnnis RahmawatyRakhmi HidayatiLilis SugiartiRicka IslamiyatiGunawan FirmansyahSukarnoMera Putri PratitisZahroh Sayyidah AnnurAngelica Dinar AnggorowatiMuji Rohmawati
Copyright (c) 2026 Hikmah Journal of Community Service
2026-06-212026-06-2142113PENERAPAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DALAM PEMANFAATAN DIGITAL MARKETING UMKM DESA BRINGIN
https://hijcoms.univ-alhikmahjepara.ac.id/index.php/hijcoms/article/view/86
<p><strong>ABSTRAK </strong></p> <p>Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat Desa Bringin, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara dalam memanfaatkan AI dalam mendukung kegiatan UMKM. AI dapat digunakan untuk membuat ide dan materi konten pemasaran, penyusunan caption, deskripsi produk, strategi promosi melalui media sosial yang mana dapat meningkatkan efisiensi dan daya saing bisnis. Beberapa aplikasi seperti ChatGPT maupun Canva digunakan untuk membuat ide dan materi konten pemasaran, penyusunan caption, deskripsi produk, strategi promosi melalui media social berdasarkan keinginan pemilik UMKM. Penggunaan AI secara signifikan dapat mendukung pemasaran digital bagi UMKM dalam pencitraan merek dan pemasaran, menawarkan manfaat langsung dan wawasan berharga untuk aplikasi AI di masa mendatang dalam mendukung usaha kecil.</p> <p><strong>Kata kunci: Digital Marketing, Artificial Intelligence, UMKM</strong></p> <p> </p> <p><strong><em>ABSTRACT </em></strong></p> <p><em>This community service initiative aims to provide training to the residents of Bringin Village, Batealit District, Jepara Regency, on utilizing AI to support MSME activities. AI can be employed to generate marketing content ideas and materials, draft captions and product descriptions, and devise social media promotion strategies—all of which can enhance business efficiency and competitiveness. Tools such as ChatGPT and Canva are utilized to create these marketing assets and strategies, tailored to the specific needs of MSME owners. The use of AI significantly supports digital marketing efforts—particularly in branding and promotion—offering immediate benefits and valuable insights for the future application of AI in supporting small businesses.</em></p> <p><strong><em>Key word: Digital Marketing, Artificial Intelligence, MSMEs</em></strong></p>Nailil MunaSiti SholikhatunEr Melinda Swissa
Copyright (c) 2026 Hikmah Journal of Community Service
2026-06-232026-06-23423341KAMPANYE PEMASARAN SOSIAL SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KESADARAN SISWA SEKOLAH DASAR TERHADAP BAHAYA JAJANAN TIDAK SEHAT
https://hijcoms.univ-alhikmahjepara.ac.id/index.php/hijcoms/article/view/84
<p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Jajanan sekolah merupakan bagian dari keseharian siswa sekolah dasar, tetapi pilihan jajanan dapat dipengaruhi oleh harga, rasa, ketersediaan, teman sebaya, lingkungan sekolah, dan keterbatasan pengetahuan mengenai keamanan pangan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa tentang bahaya jajan sembarangan dan kemampuan mengenali pilihan jajanan yang lebih aman. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan pemasaran sosial melalui kampanye edukatif dengan sasaran siswa kelas IV SDN Candirejo 02, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Kegiatan dilaksanakan pada 22 April 2025 selama 90 menit dan diikuti 26 dari 27 siswa yang terdaftar. Intervensi terdiri atas pre-test, penyampaian materi menggunakan media lembar balik, tanya jawab, permainan edukatif, pemberian penguatan melalui hadiah, dan post-test. Instrumen evaluasi kegiatan terdiri atas lima pertanyaan pengetahuan yang sama pada pre-test dan post-test. Secara deskriptif, rerata skor meningkat dari 3,46 menjadi 4,00 dari maksimum lima atau dari 69,2% menjadi 80,0%. Peningkatan terbesar terjadi pada pengetahuan tentang pengertian jajanan sembarangan, dari 57,6% menjadi 84,6%, serta cara menghindari jajan sembarangan, dari 73,0% menjadi 92,3%. Evaluasi Wilcoxon terhadap skor total menunjukkan perbedaan bermakna secara statistik antara skor sebelum dan sesudah kegiatan (p=0,011). Namun, satu butir tentang jajanan aman dan satu butir tentang tujuan kampanye menunjukkan capaian yang relatif rendah atau tidak berubah, sehingga perbaikan redaksi soal dan penguatan materi diperlukan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui kampanye pemasaran sosial dengan media visual, interaksi, dan permainan berpotensi meningkatkan pengetahuan siswa, tetapi keberlanjutan perubahan perilaku memerlukan dukungan sekolah, orang tua, dan lingkungan pangan sekolah.</p> <p><strong>Kata Kunci: Pemasaran sosial; jajanan tidak sehat; kesadaran kesehatan; siswa sekolah dasar; perilaku konsumsi.</strong></p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>School snacks are part of daily life for elementary school students, yet snack choices may be influenced by price, taste, availability, peers, the school environment, and limited knowledge of food safety. This community service activity aimed to improve students’ knowledge of the risks of unsafe snacking and their ability to identify safer snack choices. A social marketing approach was implemented as a community service activity through an educational campaign among fourth-grade students at SDN Candirejo 02, Ungaran Barat, Semarang Regency. The activity was conducted on 22 April 2025 for 90 minutes and attended by 26 of 27 registered students. The intervention included a pre-test, educational delivery using a flipchart, question-and-answer session, an educational game, reinforcement through small prizes, and a post-test. The evaluation instrument consisted of five knowledge questions administered before and after the campaign. Descriptively, the mean score increased from 3.46 to 4.00 out of five, equivalent to an increase from 69.2% to 80.0%. The largest improvement occurred in knowledge of the meaning of unsafe snacking, increasing from 57.6% to 84.6%, and ways to avoid unsafe snacks, increasing from 73.0% to 92.3%. A Wilcoxon signed-rank evaluation of total scores showed a statistically significant difference between pre-test and post-test scores (p=0.011). However, one item concerning safe snack choices remained relatively low and one item concerning the campaign objective showed no change, indicating the need to improve question wording and reinforce key messages. Social marketing campaigns combining visual media, interaction, and games may improve students’ knowledge, while sustained behavior change requires continued support from schools, parents, and the surrounding food environment.</em></p> <p><strong><em>Keywords: Social marketing; unhealthy snacks; health awareness; elementary school students; consumption behavior</em></strong>.</p>Sri WahyuniSigit Ambar WidyawatiLaila OktaviaZulfa Alya FadillaFatimatuz Zahro
Copyright (c) 2026 Hikmah Journal of Community Service
2026-06-212026-06-21421423