Hikmah Journal of Community Service
https://hijcoms.univ-alhikmahjepara.ac.id/index.php/hijcoms
<p><strong>Hikmah Journal of Community Service</strong> dengan nomor registrasi ISSN 2986-3821 (Print) dan ISSN 2986-2582 (Online) merupakan jurnal ilmiah hasil-hasil pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di semua bidang keilmuan (multidisiplin ilmu : Kesehatan, Pendidikan, Teknik, Ekonomi Bisnis, Komunikasi, Teknologi Informasi, dan lain-lain ) yang diterbitkan oleh LPPM Universitas Al Hikmah Jepara secara berkala 3 kali dalam satu tahun (Februari, Juni, Oktober)</p>LPPM Universitas Al Hikmah Jeparaen-USHikmah Journal of Community Service2986-3821PELATIHAN PEMBUATAN DESAIN POSTER MENGGUNAKAN CORELDRAW BAGI SISWA SMK ISLAM AL HIKMAH MAYONG JEPARA
https://hijcoms.univ-alhikmahjepara.ac.id/index.php/hijcoms/article/view/70
<p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam membuat desain poster menggunakan CorelDRAW. Kegiatan dilatarbelakangi oleh keterbatasan pengetahuan siswa terhadap aplikasi CorelDRAW dalam mengembangkan desain poster yang menarik. Manfaat yang diharapkan adalah siswa mampu memahami dan membuat desain poster dengan memanfaatkan aplikasi CorelDRAW dan dapat memperluas wawasan bagi siswa di bidang ilmu desain grafis. Metode dalam kegiatan ini adalah menyediakan materi dan pelatihan desain menggunakan aplikasi CorelDRAW. kegiatan ini melibatkan 20 siswa SMK Islam Al Hikmah Mayong Jepara. Pelatihan ini efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam pembuatan desain poster.</p> <p><strong>Kata kunci: Pelatihan Poster, CorelDRAW, siswa</strong></p> <p> </p> <p><strong><em>ABSTRACT</em></strong></p> <p><em>This community service activity aims to improve students' skills in creating poster designs using CorelDRAW. The activity was motivated by students' limited knowledge of CorelDRAW in developing attractive poster designs. The expected benefit is that students will be able to understand and create poster designs using CorelDRAW and broaden their horizons in the field of graphic design. The method used in this activity was to provide materials and training in design using CorelDRAW. This activity involved 30 students from SMK Islam Al Hikmah Mayong Jepara . This training was effective in improving students' poster design skills.</em></p> <p><strong><em>Keywords: Poster Training, CorelDRAW, students</em></strong><strong> </strong></p>Fadlur RohmanNovia Dyah Mahesti
Copyright (c) 2026 Hikmah Journal of Community Service
2026-02-252026-02-25418084PENGENALAN TRANSFORMASI DIGITAL UNTUK PEMASARAN BAGI UMKM DI DESA BAWU JEPARA
https://hijcoms.univ-alhikmahjepara.ac.id/index.php/hijcoms/article/view/59
<p><strong>ABSTRAK </strong></p> <p>Di era Industri 4.0 sekarang ini, yang mana ditandai dengan kemajuan pesat dalam otomatisasi, kecerdasan buatan, big data, <em>cloud computing</em>, dan Internet of Things (IoT), transformasi digital telah muncul sebagai kekuatan fundamental yang membentuk kembali cara bisnis beroperasi secara global. Sehingga semua sektor kehidupan sudah mulai beralih menggunakan teknlogi dalam menyelesaikan pekerjaannya sehari hari, termasuk UMKM. Pelaku UMKM diharapkan dapat adaptif dengan teknologi untuk mempromosikan produk atau jasa serta memperluas pangsa pasar. Kegiatan pengenalan transformasi digital ini dilaksanakan di Desa Bawu dengan peserta beberapa UMKM dari Desa Bawu. Diharapkan dengan kegiatan ini, beberapa peserta dapat memanfaatkan teknologi dengan sebaik mungkin sehingga bisa bermanfaat untuk UMKM dalam jangka panjang.</p> <p><strong>Kata kunci: Transformasi digital, UMKM, Digitalisasi, <em>Marketplace, Digital Marketing</em></strong></p> <p> </p> <p><strong><em>ABSTRACT </em></strong></p> <p><em>In the current era of Industry 4.0, characterized by rapid advances in automation, artificial intelligence, big data, cloud computing, and the Internet of Things (IoT), digital transformation has emerged as a fundamental force reshaping the way businesses operate globally. Consequently, all sectors of life have begun to shift to using technology to complete their daily tasks, including SMEs. SMEs are expected to be able to adapt to technology to promote products or services and expand market share. This digital transformation introduction activity was held in Bawu Village with several SMEs from Bawu Village as participants. It is hoped that this activity will enable some participants to utilize technology optimally so that it can benefit MSMEs in the long term.</em></p> <p><strong><em>Key word: Digital Transformation, SME’s, Digitalization, Marketplace, Digital Marketing.</em></strong></p> <p> </p>Nailil MunaAminudin
Copyright (c) 2026 Hikmah Journal of Community Service
2026-02-242026-02-24412936DISEMINASI EKSPOR KAIN TENUN LOKAL
https://hijcoms.univ-alhikmahjepara.ac.id/index.php/hijcoms/article/view/68
<p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Program ini merupakan program yang berkaitan dengan program studi Perdagangan Internasional yang mengacu pada dunia industri yang berfokus pada hubungan internasional dalam perekonomian. Ini dilakukan guna memberi pengetahuan tentang program ekspor maupun impor yang dilaksanakan dalam dunia industri.</p> <p><strong>Kata kunci: ekspor, kain, internasional, industri, program</strong></p> <p> </p> <p><strong><em>ABSTRACT</em></strong></p> <p>This program is related to the International Trade study program, which refers to the industrial world focusing on international relations in the economy. It is conducted to provide knowledge about export and import programs carried out in the industrial sector. <br><strong><em>Keywords: export, fabric, international, industry, program</em></strong></p> <p><strong><em> </em></strong></p>Reza Maylano Fahrezi
Copyright (c) 2026 Hikmah Journal of Community Service
2026-02-282026-02-28417174PENYULUHAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DENGAN GERAKAN JAJAN SEHAT DAN CARA MENCUCI TANGAN PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI SDN 3 KANDANGMAS KUDUS
https://hijcoms.univ-alhikmahjepara.ac.id/index.php/hijcoms/article/view/57
<p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kebiasaan jajan pada anak merupakan fenomena yang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari, karena anak cenderung mengonsumsi makanan tanpa mempertimbangkan batasan dan dampaknya bagi kesehatan. Perilaku tersebut sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar, mengingat anak belum memiliki kemampuan optimal untuk membedakan makanan yang aman dan bergizi dari jajanan yang berisiko bagi pertumbuhan mereka. Paparan berbagai jenis jajanan di lingkungan sekolah maupun sekitar tempat tinggal sering mendorong anak untuk membeli secara impulsif tanpa mempertimbangkan konsekuensi kesehatannya. Dalam konteks ini, peran orang tua menjadi krusial sebagai pendidik utama dalam membentuk kebiasaan makan sehat sejak dini, misalnya dengan membiasakan membawa bekal dari rumah dan mengenalkan makanan higienis guna mencegah penyakit seperti diare (Purba et al., 2022). Praktik mencuci tangan menggunakan sabun terbukti mampu menurunkan risiko infeksi hingga hampir 50%, namun kesadaran terhadap kebiasaan tersebut masih rendah. Oleh sebab itu, penyuluhan mengenai jajanan sehat dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di SD Negeri 3 Kandangmas menjadi langkah strategis. Pencegahan penyakit seperti diare dan kecacingan memerlukan dukungan pengetahuan, fasilitas sanitasi, serta keterlibatan seluruh warga sekolah. Pendekatan edukatif-partisipatif terbukti efektif dalam menanamkan kesadaran hidup sehat dan layak untuk direplikasi secara berkelanjutan.</p> <p>Kata Kunci: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Jajan Sehat, Cuci Tangan,</p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Children and snacking habits are closely interconnected, as children tend to consume food without fully considering portion control or health implications. This behavior is strongly influenced by environmental factors, given that children are not yet capable of distinguishing between nutritious foods and unhealthy snacks that may hinder their growth and well-being. Exposure to a wide variety of snacks in their surroundings often encourages impulsive purchasing without awareness of potential health risks. In this context, parents play a crucial role as primary educators in shaping healthy eating habits from an early age, such as encouraging children to bring homemade meals and introducing hygienic, nutritious food to prevent illnesses like diarrhea (Purba et al., 2022). Handwashing with soap has been shown to reduce infection risk by nearly 50%, yet awareness and consistent practice remain limited. Therefore, educational outreach on healthy snacking and Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) at SD Negeri 3 Kandangmas represents a strategic intervention. Preventing diseases such as diarrhea and helminth infections requires improved knowledge, adequate sanitation facilities, and active involvement of the entire school community. A participatory educational approach has proven effective in fostering early healthy lifestyle awareness and should be sustainably replicated in other schools.</p> <p> </p> <p>Keyword: Healthy snacking behavior, Clean and Healthy Living Behavior (PHBS), hand hygiene, health promotion</p>Resty Prima Kartika
Copyright (c) 2026 Hikmah Journal of Community Service
2026-02-242026-02-244117DISEMINASI STRATEGI DIGITAL MARKETING PRODUK UMKM SENTRA INDUSTRI KONVEKSI DAN BORDIR DI DESA PADURENAN, KECAMATAN GEBOG, KABUPATEN KUDUS, JAWA TENGAH
https://hijcoms.univ-alhikmahjepara.ac.id/index.php/hijcoms/article/view/75
<p><strong>ABSTRAK </strong></p> <p>Perkembangan teknologi informasi mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk beradaptasi dengan strategi pemasaran digital. Namun, sebagian besar UMKM konveksi di daerah masih menghadapi keterbatasan dalam pengetahuan dan keterampilan digital, terutama dalam memanfaatkan media sosial dan marketplace sebagai sarana pemasaran. Dengan jumlah pengguna social media yang semakin hari semakin bertambah, dapat membuka peluang bagi UMKM untuk melebarkan sayap pasarnya dengan memanfaatkan social media dan marketplace tersebut. Komunitas UMKM sentra konveksi dan bordir terdiri dari pengusaha-pengusaha yang memiliki produk yang berbeda-beda. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah pelatihan dan pendampingan secara langsung dengan pendekatan <em>community development</em>. Setelah mengetahui kondisi awal mitra dan telah diketahui akar permasalahan yang dihadapi, langkah selanjutnya melaksanakan pelatihan, pendampingan dan praktik. Dengan adanya pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pemasaran digital UMKM sentra konveksi dan border di Desa Padurenan.</p> <p> </p> <p><strong>Kata kunci: Marketplace, Social Media, Strategi Digital Marketing, UMKM</strong></p> <p> </p> <p><strong><em>ABSTRACT </em></strong></p> <p><em>Developments in information technology are encouraging micro, small, and medium enterprises (MSMEs) to adapt to digital marketing strategies. However, most MSMEs in the garment industry in the regions still face limitations in digital knowledge and skills, particularly in utilizing social media and marketplaces as marketing tools. With the increasing number of social media users, this opens up opportunities for MSMEs to expand their market reach by leveraging social media and marketplaces. The MSME community in the garment and embroidery center consists of entrepreneurs with diverse product offerings. The method used in this community service is direct training and mentoring using a community development approach. After understanding the initial conditions of the partners and identifying the root of the problems faced, the next step is to implement training, mentoring, and practice. This community service is expected to increase the digital marketing capacity of the MSMEs in the garment and embroidery center in Padurenan Village.</em></p> <p><em> </em></p> <p><strong><em>Keywords: Marketplace, Social Media, Digital Marketing Strategy, , MSMEs</em></strong></p> <p><strong><em> </em></strong></p>Er Melinda SwissaNur Jayadi
Copyright (c) 2026 Hikmah Journal of Community Service
2026-02-272026-02-2741113125PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG SADARI DI SMA AL HIKMAH MAYONG JEPARA
https://hijcoms.univ-alhikmahjepara.ac.id/index.php/hijcoms/article/view/66
<p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kanker payudara merupakan salah satu penyakit dengan angka kejadian tertinggi pada perempuan di dunia dan menunjukkan tren peningkatan, termasuk pada kelompok remaja. Deteksi dini melalui Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) menjadi langkah preventif yang sederhana, murah, dan efektif untuk menemukan kelainan sejak tahap awal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswi SMA mengenai SADARI melalui pendidikan kesehatan. Kegiatan dilaksanakan satu kali dalam tahun ajaran 2025–2026 di SMA Al Hikmah Mayong Jepara dengan melibatkan 32 siswi. Metode yang digunakan meliputi pre-test untuk mengukur pengetahuan awal, pemberian materi pendidikan kesehatan tentang SADARI, serta post-test untuk mengevaluasi perubahan pengetahuan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan siswi, dimana kategori pengetahuan baik meningkat dari 11 menjadi 23 siswi, sedangkan kategori pengetahuan kurang menurun dari 12 menjadi 2 siswi setelah intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja putri tentang deteksi dini kanker payudara melalui SADARI. Program edukasi yang berkelanjutan sangat direkomendasikan sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif kesehatan reproduksi remaja.</p> <p><strong>Kata kunci</strong><strong>:</strong><strong> pendidikan kesehatan, SADARI, kanker payudara, deteksi dini, remaja</strong></p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Breast cancer remains one of the most prevalent diseases among women worldwide and continues to show an increasing trend, including among adolescents. Early detection through Breast Self-Examination (BSE) is a simple, low-cost, and effective preventive method to identify abnormalities at an early stage. This community service program aimed to improve high school female students’ knowledge regarding BSE through health education. The activity was conducted once during the 2025–2026 academic year at SMA Al Hikmah Mayong Jepara and involved 32 female students. The method consisted of a pre-test to assess baseline knowledge, followed by a health education session on BSE, and a post-test to evaluate knowledge improvement. The findings demonstrated a significant increase in knowledge levels, with the number of students categorized as having good knowledge rising from 11 to 23, while those with poor knowledge decreased from 12 to 2 after the intervention. These results indicate that health education is effective in enhancing adolescents’ understanding of early breast cancer detection through BSE. Continuous educational programs are strongly recommended to strengthen promotive and preventive reproductive health efforts among adolescents.</p> <p><strong>Keywords:</strong> <strong>health education, breast self-examination, breast cancer, early detection, adolescent girls</strong></p>Devi RositaResty Prima Kartika
Copyright (c) 2026 Hikmah Journal of Community Service
2026-02-282026-02-28414550AKSELERASI BISNIS UMKM PETERNAKAN: TRANSFORMASI KANDANG KERING INTENSIF DAN LITERASI PEMASARAN DIGITAL BEBEK PEDAGING DI DESA KEJAWAN
https://hijcoms.univ-alhikmahjepara.ac.id/index.php/hijcoms/article/view/73
<p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Peternakan bebek pedaging di Desa Kejawan Kecamatan Tegowanu Kabupaten Grobogan umumnya masih menggunakan sistem tradisional dengan saluran air terbuka atau kandang basah. Kondisi ini menyebabkan timbulnya aroma tidak sedap (polusi bau) akibat akumulasi amonia dari kotoran yang bercampur air, sehingga memicu keluhan dari warga sekitar dan menurunkan derajat kesehatan ternak. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan solusi melalui penerapan sistem kandang kering (dry house system) untuk meminimalisir polusi bau dan meningkatkan sanitasi lingkungan peternakan. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu: 1) Edukasi mengenai manajemen limbah dan dampak amonia; 2) Pelatihan pembuatan alas kandang (litter) menggunakan campuran sekam padi, serbuk gergaji, dan kapur pertanian; serta 3) Pendampingan modifikasi sistem tempat minum otomatis untuk mencegah tumpahan air ke lantai kandang. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peternak sebesar 90% mengenai pentingnya biosekuriti. Secara fisik, penerapan sistem kandang kering berhasil menurunkan tingkat kelembapan alas kandang dan secara signifikan mengurangi bau menyengat di sekitar area pemukiman. Selain memperbaiki hubungan sosial antara peternak dan warga, sistem ini juga berdampak positif pada penurunan angka mortalitas bebek dan efisiensi waktu pembersihan kandang.</p> <p><strong>Kata kunci: </strong><em><strong>Bebek Pedaging, Kandang Kering, Polusi Bau, Sanitasi.</strong></em></p> <p><strong> </strong></p> <p><strong><em>ABSTRACT </em></strong></p> <p>Broiler duck farms in Kejawan Village, Tegowanu District, Grobogan Regency, generally still use traditional systems with open water channels or wet pens. This condition causes unpleasant odors (odor pollution) due to the accumulation of ammonia from manure mixed with water, thus triggering complaints from local residents and reducing livestock health. This community service aims to provide a solution through the implementation of a dry house system to minimize odor pollution and improve the sanitation of the livestock environment. The implementation method is carried out through three stages, namely: 1) Education on waste management and the impact of ammonia; 2) Training in making cage bedding (litter) using a mixture of rice husks, sawdust, and agricultural lime; and 3) Assistance in modifying an automatic drinking system to prevent water spills onto the cage floor. The results of this community service activity showed a 90% increase in farmers' understanding of the importance of biosecurity. Physically, the implementation of the dry house system successfully reduced the humidity level of the cage bedding and significantly reduced the pungent odor around residential areas. In addition to improving social relations between farmers and residents, this system also has a positive impact on reducing duck mortality rates and increasing efficiency in cleaning cages.<strong><em>Key word: </em></strong><strong>Meat Ducks, Dry Cages, Odor Pollution, Sanitation.</strong></p>Fanny Setiyo SaputriSiti Sholikhatun
Copyright (c) 2026 Hikmah Journal of Community Service
2026-02-272026-02-274199105OPTIMALKAN TUMBUH KEMBANG BAYI DENGAN PIJAT BAYI SECARA MANDIRI
https://hijcoms.univ-alhikmahjepara.ac.id/index.php/hijcoms/article/view/63
<p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Di Indonesia faktor adat istiadat masih di pegang teguh dan berkembang secara turun temurun. Salah satunya mengenai pijat bayi. Hampir seluruh daerah mempunyai kebiasaan memijatkan bayinya sejak bayi lahir hingga masa kanak-kanak, pelaku utama pijat bayi tradisional adalah dukun bayi yang mendapatkan keterampilannya secara turun temurun. Masyarakat lebih memilih pijat bayi kepada dukun bayi karena adanya keyakinan dukun bayi dianggap lebih mengerti dan mahir dalam melakukan pijat bayi yang sudah dipraktikkan sejak berabad-abad silam dan kurangnya pengetahuan ibu mengenai cara melakukan pijat bayi. Tujuan kegiatan ini agar ibu mampu melakukan pijat bayi secara baik dan benar sehingga termotivasi dan bersedia melakukan pijat terhadap bayinya sendiri. Metode yang digunakan berupa peningkatan pengetahuan dan ketrampilan ibu tentang pijat bayi yang menekankan keterlibatan ibu. Hasil tanya jawab didapatkan dari 26 orang ibu yang hadir terdapat hanya 1 orang saja yang melakukan pijat pada bayinya namun tidak rutin, sementara yang lainnya memijatkan bayi pada dukun. Dan hampir seluruhnya memijatkan bayinya saat badannya demam saja padahal demam termasuk kontraindikasi dari pijat bayi. Disimpulkan bahwa mayoritas ibu belum mengetahui ketentuan dari pijat bayi. Setelah kegiatan ini diharapkan ibu dapat termotivasi melakukan pemijatan secara mandiri dan rutin terhadap bayinya.</p> <p> </p> <p><strong>Kata kunci: pijat bayi, mandiri</strong></p> <p> </p> <p> </p> <p><strong><em>ABSTRACT </em></strong></p> <p><em>In Indonesia, traditional customs are still firmly held and passed down through generations. One example is infant massage. Nearly all regions have the custom of massaging their babies from birth through childhood. The main practitioners of traditional infant massage are midwives who have passed down their skills through generations. People prefer to have their babies massaged by midwives because of the belief that midwives are considered more knowledgeable and skilled in infant massage, which has been practiced for centuries, and because of mothers' lack of knowledge about how to massage them. The goal of this activity is to enable mothers to perform infant massage properly and correctly, thus motivating them and willing to massage their own babies. The method used is to increase mothers' knowledge and skills about infant massage, emphasizing maternal involvement. The results of a question and answer session obtained from 26 mothers who attended, only one of whom massaged her baby but not regularly, while the others massaged their babies with midwives. And almost all of them only massaged their babies when their bodies were feverish, even though fever is a contraindication for infant massage. It was concluded that the majority of mothers did not understand the rules of infant massage. After this activity, it is hoped that mothers will be motivated to massage their babies independently and regularly.</em></p> <p><strong><em> </em></strong></p> <p><strong><em>Keywords: baby massage, independent</em></strong></p>Lailatul Mustaghfiroh Rifkiana RohmaniaRizqiana Surya Wijayani
Copyright (c) 2026 Hikmah Journal of Community Service
2026-02-282026-02-28415161PELATIHAN LITERASI DIGITAL BAGI MASYARAKAT DESA PELEMKEREP DALAM PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL FACEBOOK UNTUK AKSES INFORMASI
https://hijcoms.univ-alhikmahjepara.ac.id/index.php/hijcoms/article/view/71
<p><strong>ABSTRAK </strong></p> <p>Perkembangan teknologi informasi telah memberikan dampak yang signifikan terhadap cara masyarakat memperoleh dan menyebarkan informasi. Media sosial menjadi salah satu sarana yang banyak digunakan oleh masyarakat untuk berkomunikasi serta memperoleh informasi secara cepat. Namun demikian, sebagian masyarakat desa masih memiliki keterbatasan dalam memanfaatkan media sosial secara optimal sebagai sumber informasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital masyarakat Desa Pelemkerep dalam memanfaatkan media sosial Facebook sebagai sarana memperoleh informasi yang bermanfaat. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan kepada masyarakat mengenai penggunaan Facebook untuk mencari dan membagikan informasi. Materi pelatihan meliputi cara membuat akun Facebook, mencari informasi melalui grup dan halaman Facebook, serta memanfaatkan fitur berbagi informasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat Desa Pelemkerep memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pemanfaatan Facebook sebagai media untuk mengakses berbagai informasi seperti kegiatan desa, pendidikan, kesehatan, dan peluang usaha. Dengan demikian, kegiatan pelatihan ini dapat meningkatkan kemampuan literasi digital masyarakat desa dalam memanfaatkan media sosial secara lebih bijak dan produktif.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> <strong>literasi digital, media sosial, Facebook, masyarakat desa, pengabdian masyarakat</strong></p> <p> </p> <p> </p> <p><strong><em>ABSTRACT </em></strong></p> <p>The development of information technology has significantly changed how people access and share information. Social media has become one of the most widely used platforms for communication and information exchange. However, some rural communities still have limited ability to utilize social media effectively as a source of information. This community service activity aims to improve the digital literacy of the Pelemkerep village community in utilizing Facebook as a medium for accessing useful information. The activity was carried out through socialization, training, and mentoring sessions for community members on how to use Facebook to search and share information. The training materials included creating a Facebook account, searching for information through Facebook groups and pages, and using features for sharing information. The results of the activity indicate that the community gained a better understanding of how to utilize Facebook to access various types of information, including village activities, education, health, and business opportunities. Therefore, this training program contributes to improving the digital literacy skills of rural communities in using social media more effectively and responsibly.</p> <p><strong>Keywords:</strong> <strong>digital literacy, social media, Facebook, rural community, community service</strong></p>Atik Zilzilanah Muflihati NoorMinoto MinotoAli Mahmuji
Copyright (c) 2026 Hikmah Journal of Community Service
2026-02-272026-02-27418591PENYULUHAN TANDA-TANDA BAHAYA KEHAMILAN PADA IBU HAMIL DAN KELUARGA DALAM UPAYA MENURUNKAN KASUS KEMATIAN IBU DI PUSKESMAS NALUMSARI JEPARA
https://hijcoms.univ-alhikmahjepara.ac.id/index.php/hijcoms/article/view/61
<p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pencegahan kematian maternal merupakan salah satu tujuan terpenting dari pelayanan maternal dan neonatal. Angka Kematian Ibu (AKI) termasuk salah satu indikator penting dari derajat kesehatan masyarakat, Adapun penyebabnya yaitu perdarahan, hipertensi dalam kehamilan, infeksi, abortus dan partus lama Hasil kegiatan menunjukkan aktifnya ibu dan keluarga dalam mengikuti penyuluhan dan hasil pemeriksaan kesehatan masih ditemukan ibu hamil dalam kategori risiko tinggi Kesimpulan adanya peningkatan yang bermakna pengetahuan responden sebelum dan sesudah kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Angka Kematian Ibu (AKI) termasuk salah satu indikator penting dari derajat kesehatan masyarakat. AKI menggambarkan jumlah wanita yang meninggal dari suatu penyebab kematian terkait dengan gangguan kehamilan atau penanganan (tidak termasuk kecelakaan atau kasus insidental) selama kehamilan, melahirkan dan dalam masa nifas (42 hari setelah melahirkan) tanpa memperhitungkan lama kehamilannya per 100.000 kelahiran hidup</p> <p><strong>Kata Kunci : Penyuluhan Tanda-tanda bahaya kehamilan,penurunan kasus kematian ibu</strong></p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Prevention of maternal deaths is one of the most important goals of maternal and neonatal services. The Maternal Mortality Rate (MMR) is one of the important indicators of the level of public health. The causes are bleeding, hypertension in pregnancy, infection, abortion and prolonged parturition. high risk category Conclusion: there is a significant increase in respondents' knowledge before and after community service activities. Maternal Mortality Rate (MMR) is one of the important indicators of the level of public health. AKI describes the number of women who die from a cause of death related to pregnancy disorders or treatment (excluding accidents or incidental cases) during pregnancy, childbirth and in the postpartum period (42 days after giving birth) without taking into account the length of pregnancy per 100,000 live births</p> <p><strong>Keywords: Counseling on the danger signs of pregnancy, reducing cases of maternal death</strong></p>Yuni Nor'aini
Copyright (c) 2026 Hikmah Journal of Community Service
2026-02-242026-02-24411722PENYULUHAN KESEHATAN BAHAYA MEROKOK DI MA BANAT ROBAYAN KALINYAMATAN JEPARA
https://hijcoms.univ-alhikmahjepara.ac.id/index.php/hijcoms/article/view/69
<p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Angka kejadian merokok pada remaja Indonesia tahun 2025 meningkat signifikan, dengan prevalensi perokok usia 18 tahun ke bawah mencapai 8,41%. Data menunjukkan perilaku merokok remaja didominasi laki-laki (16,06%) dibandingkan perempuan (0,47%). Kelompok usia 15-24 tahun memiliki prevalensi perokok 18,73%. Faktor pendorong utama termasuk pengaruh teman sebaya dan paparan iklan. Pendidikan Kesehatan melalui penyuluhan Kesehatan untuk tahap awal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswi MA mengenai Bahaya merokok melalui pendidikan kesehatan. Kegiatan dilaksanakan satu kali dalam tahun ajaran 2025–2026 di MA BANAT Robayan Kalinyamatan Jepara dengan melibatkan 30 siswi. Metode yang digunakan meliputi Penyampaian Materi Bahaya Merokok dengan menggunakan media Leaflet, pamfhlet serta Tanya jawab Mengenai Bahaya Merokok bagi remaja untuk mengukur pengetahuan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan siswi. Temuan ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja putri tentang Bahaya Merokok bagi remaja Program edukasi yang berkelanjutan sangat direkomendasikan sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif kesehatan reproduksi remaja.</p> <p><strong>Kata kunci</strong><strong>:</strong><strong> pendidikan kesehatan, bahaya merokok, remaja</strong></p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>The smoking rate among Indonesian youth is projected to increase significantly by 2025, with the prevalence of smokers aged 18 and under reaching 8.41%. Data shows that adolescent smoking is predominantly male (16.06%) compared to female (0.47%). The 15-24 age group has a smoking prevalence of 18.73%. Key driving factors include peer influence and exposure to advertising.Health education through health counseling is an initial step. This community service activity aims to increase the knowledge of female MA students about the dangers of smoking through health education. The activity was conducted once during the 2025–2026 academic year at MA BANAT Robayan Kalinyamatan Jepara, involving 30 female students. The methods used included delivering material on the dangers of smoking using leaflets and pamphlets, as well as a Q&A session regarding the dangers of smoking for adolescents to assess knowledge. The results showed a significant increase in the students' knowledge levels. These findings indicate that health education is effective in improving adolescent girls' understanding of the dangers of smoking. Continuous educational programs are highly recommended as part of promotional and preventive efforts for adolescent reproductive health.</p> <p><strong>Keywords: health</strong> <strong>education, dangers of smoking, adolescents</strong></p>Yayuk Nor AzizahYuni Nor'ainiRosmelia Devia
Copyright (c) 2026 Hikmah Journal of Community Service
2026-02-282026-02-28417579EDUKASI BRANDING UNTUK PENINGKATAN PENJUALAN UMKM DESA BAWU: IMPLEMENTASI PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BERBASIS PEMBERDAYAAN EKONOMI LOKAL
https://hijcoms.univ-alhikmahjepara.ac.id/index.php/hijcoms/article/view/58
<p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas pemasaran pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Bawu, Kabupaten Jepara melalui edukasi branding. Permasalahan utama UMKM di wilayah tersebut adalah lemahnya identitas merek, ketiadaan strategi pemasaran digital, serta minimnya pemahaman mengenai nilai strategis branding dalam meningkatkan daya saing produk lokal. Kegiatan ini dilakukan melalui metode sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan praktik branding, termasuk perancangan identitas merek, kemasan, dan promosi digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman branding dan implementasi strategi pemasaran digital pada 20 UMKM peserta program. Data monitoring menunjukkan terjadi peningkatan rata-rata penjualan sebesar 20% dalam empat minggu setelah pelatihan dibandingkan periode sebelumnya. Program ini mendapat respon positif dari pelaku UMKM, meskipun keberlanjutan implementasi masih membutuhkan pendampingan jangka panjang dan dukungan akses teknologi.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: <strong>branding, UMKM, pemasaran digital, peningkatan penjualan, Desa Bawu</strong></p> <p> </p> <p> </p> <p><strong><em> ABSTRACT </em></strong></p> <p><em>This community service program was implemented to improve the marketing capacity of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Bawu Village, Jepara Regency, through branding education. The main challenges faced by MSMEs in the region are weak brand identity, the absence of a digital marketing strategy, and a lack of understanding of the strategic value of branding in increasing the competitiveness of local products. This activity was carried out through outreach, training, and mentoring on branding practices, including brand identity design, packaging, and digital promotions. The results showed an increase in branding understanding and implementation of digital marketing strategies among the 20 MSME participants. Monitoring data showed an average increase in sales of 20% in the four weeks following the training compared to the previous period. The program received a positive response from MSMEs, although its continued implementation still requires long-term mentoring and support for access to technology.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: <strong>branding, MSMEs, digital marketing, sales growth, Bawu Vill</strong></em></p>AminudinNailil Muna
Copyright (c) 2026 Hikmah Journal of Community Service
2026-02-242026-02-2441816PENDAMPINGAN PERANCANGAN KAMPANYE VISUAL “BIJAK BERMEDIA SOSIAL” BAGI SISWA SMA AL HIKMAH MAYONG JEPARA
https://hijcoms.univ-alhikmahjepara.ac.id/index.php/hijcoms/article/view/67
<p><strong>ABSTRAK </strong></p> <p>Penggunaan media sosial pada kalangan siswa sekolah menengah atas menunjukkan peningkatan yang signifikan, namun belum sepenuhnya diimbangi dengan literasi digital dan literasi visual yang memadai. Berbagai permasalahan seperti cyberbullying, penyebaran informasi tidak terverifikasi, oversharing, dan tekanan sosial digital kerap dialami remaja. Kondisi ini juga ditemukan pada siswa SMA Islam Al Hikmah Mayong berdasarkan hasil observasi awal dan diskusi kelas. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran etika bermedia sosial sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi visual siswa melalui pendampingan perancangan kampanye visual bertema “Bijak Bermedia Sosial”. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif berbasis praktik langsung yang meliputi identifikasi masalah, penyampaian materi literasi digital dan prinsip desain komunikasi visual, perancangan kampanye secara berkelompok, serta presentasi dan refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap dampak perilaku digital dan kemampuan menyusun pesan visual yang lebih terstruktur, komunikatif, dan persuasif. Kampanye yang dihasilkan menampilkan hierarki visual yang jelas, slogan yang ringkas, serta komposisi yang lebih seimbang. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan desain komunikasi visual efektif sebagai strategi preventif dalam membangun budaya komunikasi digital yang sehat di lingkungan sekolah menengah atas.</p> <p><strong>Kata kunci: kampanye visual, literasi digital, etika bermedia sosial, desain komunikasi visual, pendampingan siswa.</strong></p> <p> </p> <p><strong><em>ABSTRACT</em></strong></p> <p>The use of social media among senior high school students has increased significantly, yet it is not fully supported by adequate digital and visual literacy. Various issues such as cyberbullying, the spread of unverified information, oversharing, and digital social pressure are frequently experienced by adolescents. These conditions were also identified among students of SMA Islam Al Hikmah Mayong based on preliminary observations and classroom discussions. This community service program aimed to enhance students’ awareness of ethical social media behavior while developing their visual communication skills through mentoring in designing a visual campaign entitled “Wise Use of Social Media.” The method employed participatory practice-based mentoring, including problem identification, delivery of digital literacy and visual communication design principles, group-based campaign design activities, as well as presentation and reflection sessions. The results indicated an improvement in students’ understanding of digital behavior impacts and their ability to construct structured, communicative, and persuasive visual messages. The campaign outputs demonstrated clearer visual hierarchy, concise slogans, and more balanced compositions. This program proves that a visual communication design approach can serve as an effective preventive strategy in fostering a healthy digital communication culture within senior high school environments.</p> <p><strong>Keyword: visual campaign, digital literacy, social media ethics, visual communication design, senior high school students.</strong></p>Millatul Mardhiyyah
Copyright (c) 2026 Hikmah Journal of Community Service
2026-02-242026-02-24416270PELATIHAN (PENDIDIKAN) PERENCANAAN KEUANGAN KELUARGA BAGI IBU-IBU FATAYAT RANTING SERANGAN 2
https://hijcoms.univ-alhikmahjepara.ac.id/index.php/hijcoms/article/view/74
<p><strong>ABSTRAK </strong></p> <p><em>Financial planning</em> atau Perencanaan keuangan dilakukan dengan tujuan untuk mengatur alokasi uang yang diperoleh agar uang tersebut digunakan secara tepat dan terencana. Mengatur pengalokasian uang sebaiknya dilakukan sebelum melakukan pembelian agar penggunaan keuangan dapat teratur dengan baik tanpa adanya masalah dalam keuangan baik dalam jangka pendek, menengah, ataupun jangka Panjang. Dengan adanya perencanaan keuangan keluarga, setiap orang harus sadar betapa pentingnya perencanaan keuangan. Melalui penelitian ini penulis mengharapkan setiap keluarga dapat menyisihkan pendapatan untuk kebutuhan masa depan anak ataupun mereka sendiri dan setiap keluarga bisa melakukan perencanaan keuangan mereka dengan baik sehingga tujuan keluarga tersebut bisa tercapai dan ibu – ibu fatayat ranting serangan 2 bisa melakukan perencanaan keuangan keluarga dengan baik.</p> <p>Kata kunci: <strong><em>Financial planning</em></strong></p> <p> </p> <p><strong><em>ABSTRACT </em></strong></p> <p><em>Financial planning is carried out with the aim of managing the allocation of money earned so that the money is used appropriately and planned. Arranging the allocation of money should be done before making purchases so that financial use can be well organized without any financial problems in the short, medium, or long term. With family financial planning, everyone should be aware of how important financial planning is. Through this research, the author hopes that every family can set aside income for the future needs of their children or themselves and each family can plan their finances well so that the family goals can be achieved and the mothers of Fatayat Rantau Serangan 2 can carry out good family financial planning.</em></p> <p><strong><em>Key word: Financial planning</em></strong></p>Siti SholikhatunEr Melinda Swissa
Copyright (c) 2026 Hikmah Journal of Community Service
2026-02-272026-02-2741105112PEMERIKSAAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK DI KB AL HIKMAH PELEMKEREP MAYONG JEPARA
https://hijcoms.univ-alhikmahjepara.ac.id/index.php/hijcoms/article/view/64
<p>ABSTRAK</p> <p>Pengabdian pada Masyarakat ini bertujuan untuk melakukan deteksi awal pertumbuhan dan perkembangan anak untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak di Kelompok Bermain (KB) Al Hikmah Desa Pelemkerep Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara. Metode pengabdian masyarakat, secara langsung dengan melakukan pemeriksaan pada anak. Pemeriksaan pertumbuhan anak melalui pengukuran TB dan BB untuk mengetahui status gizi anak. Pemeriksaan perkembangan anak menggunakan Lembar <a href="https://www.google.com/search?q=Denver+Developmental+Screening+Test&rlz=1C1GCEA_enID1168ID1168&oq=DDST&gs_lcrp=EgZjaHJvbWUyBggAEEUYOTIGCAEQRRg9MgYIAhBFGD0yBggDEEUYPdIBCDExMTBqMGo3qAIIsAIB8QUo-j1oXP-Ziw&sourceid=chrome&ie=UTF-8&ved=2ahUKEwjGmYviufuSAxX6oWMGHVSIKSsQgK4QegYIAQgAEAM">Denver Developmental Screening Test</a> (DDST) dan alat permainan edukatif. Hasil Kegiatan menunjukkan bahwa mayoritas pertumbuhan anak berdasarkan hasil status gizi pada 32 anak diperoleh hasil mayoritas anak dengan status gizi normal (65,6%) namun masih terdapat 4 anak dengan status gizi kurus (12,5%), dan 7 anak dengan status gizi gemuk (21,9%). Hasil pemeriksaan perkembangan didapatkan mayoritas perkembangan anak normal pada 4 sektor yaitu Motorik Kasar (62,5%), Motorik Halus (78,1%), Bahasa (46,8%), dan Personal Sosial (56,2%), namun masih terdapat perkembangan anak yang suspect dan untestable. Pertumbuhan dan perkembangan dapat dioptimalkan dengan cara penyuluhan pola asuh termasuk gizi pada anak dan stimulasi perkembangan sesuai dengan tahapan perkembangan anak.</p> <p><strong>Kata kunci : Pemeriksaan, perkembangan, perkembangan anak</strong></p> <p> </p> <p> </p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>This Community Service aims to conduct early detection of child growth and development to optimize the growth and development of children in the Al Hikmah Playgroup (KB) Pelemkerep Village, Mayong District, Jepara Regency. The community service method, directly by conducting examinations on children. Child growth examinations through measuring TB and BB to determine the child's nutritional status. Child development examinations using the Denver Developmental Screening Test (DDST) Sheet and educational game tools. The results of the activity showed that the majority of child growth based on the results of nutritional status in 32 children obtained the results of the majority of children with normal nutritional status (65.6%), but there were still 4 children with thin nutritional status (12.5%), and 7 children with obese nutritional status (21.9%). The results of the developmental examination obtained the majority of normal child development in 4 sectors, namely Gross Motor (62.5%), Fine Motor (78.1%), Language (46.8%), and Personal Social (56.2%), but there were still suspect and untestable child development. Growth and development can be optimized by providing counseling on parenting patterns, including nutrition for children and developmental stimulation according to the child's developmental stages.</p> <p><strong> </strong></p> <p><strong>Keyword: Examination, development, child development</strong></p>Ita Rahmawati
Copyright (c) 2026 Hikmah Journal of Community Service
2026-02-282026-02-28412327 PEMANFAATAN WEBSITE PENCARIAN KERJA UNTUK MENINGKATKAN AKSES INFORMASI PEKERJAAN BAGI MASYARAKAT KECAMATAN MAYONG
https://hijcoms.univ-alhikmahjepara.ac.id/index.php/hijcoms/article/view/72
<p><strong>ABSTRAK </strong></p> <p>Permasalahan utama yang sering dihadapi masyarakat desa adalah keterbatasan akses informasi terkait peluang kerja. Banyak masyarakat masih mengandalkan informasi dari mulut ke mulut sehingga kesempatan memperoleh pekerjaan menjadi lebih sempit. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan pemanfaatan website pencarian kerja sebagai sarana memperoleh informasi lowongan kerja secara cepat dan luas bagi masyarakat Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara. Metode pengabdian yang digunakan meliputi tahap identifikasi kebutuhan masyarakat, pengembangan media web informasi lowongan kerja, sosialisasi penggunaan website, serta pendampingan penggunaan secara langsung kepada masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemanfaatan website pencarian kerja mampu meningkatkan akses informasi pekerjaan bagi masyarakat, memperluas peluang kerja, serta meningkatkan literasi digital masyarakat desa. Selain itu, website yang dikembangkan juga memungkinkan masyarakat untuk mengunggah data diri dan melihat informasi lowongan pekerjaan dari berbagai sektor industri. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan masyarakat Kecamatan Mayong dapat memanfaatkan teknologi informasi secara optimal untuk meningkatkan peluang memperoleh pekerjaan dan mendukung peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> <strong>teknologi informasi, website lowongan kerja, literasi digital, masyarakat desa, pengabdian masyarakat</strong></p> <p><strong><em>ABSTRACT</em></strong></p> <p>Limited access to job vacancy information remains one of the challenges faced by rural communities, particularly among productive-age residents seeking employment opportunities. Many people still rely on informal networks such as relatives or friends to obtain job information, which often restricts their opportunities to access broader employment prospects. This community service activity aims to assist the community of Mayong District, Jepara Regency, in utilizing a job search website as a medium for accessing job vacancy information more effectively. The implementation method consisted of several stages, including community needs identification, development of a web-based job search platform, socialization of the website to the community, and direct assistance in using the system. The website was designed to be user-friendly and accessible via smartphones and computers, providing features such as job vacancy listings, job search categories, user registration, and company profile information.</p> <p>The results of the activity indicate that the utilization of the job search website helps improve community access to employment information and enhances digital literacy among participants. Community members were able to access job vacancy information more easily and understand how to use digital technology to support their job search process. Therefore, the implementation of web-based job search platforms can serve as an effective strategy to expand employment information access and empower rural communities in the digital era.</p> <p><strong>Keywords:</strong> <strong>job search website, digital literacy, employment information, community empowerment, information technology.</strong></p>Eri KurniawanDimas Sofri Fikri ArifM. Ilham Aji Vachroni
Copyright (c) 2026 Hikmah Journal of Community Service
2026-02-272026-02-27419298PELATIHAN DIAGNOSTIK ERROR UNTUK MENGATASI GANGGUAN MESIN PADA KENDARAAN ELECTRONIC FUEL INJECTION (EFI)
https://hijcoms.univ-alhikmahjepara.ac.id/index.php/hijcoms/article/view/62
<p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Keterampilan diagnosis masih menggunakan metode manual seperti pengamatan dan intuisi membutuhkan waktu yang lama dalam melakukan pemeriksaan awal. Apabila pengamatan tidak tepat akan ada kerusakan yang fatal pada komponen mesin yang disebabkan kesalahan diagnosa. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan diagnostik error pada kendaraan EFI. Metode pengabdian yang dilakukan terdiri dari tiga macam, yaitu teori, praktik, dan evaluasi. Hasil pengabdian keterampilan peserta dalam melakukan praktik diagnostik error mendapatkan hasil yang positif. Mereka mampu menguasai keterampilan sesuai indikator praktik diagnostik error. Merujuk data pemeriksaan dari diagnostik error ada dua sensor yang mendeteksi gangguan yaitu pada sensor MAP dan sensor throttle position. Gejala yang ditimbulkan sensor MAP adalah tarikan akselerasi menjadi berat, sedangkan gejala yang ditimbulkan sensor throttle position adalah respon gas menjadi lambat. Hal ini dikarenakan campuran bahan bakar dan udara tidak seimbang sehingga mengganggu performa mesin yang terasa tersendat-sendat dan boros bahan bakar. Tindakan yang harus dilakukan adalah perbaikan atau penggantian menjadi solusi yang tepat agar peforma mesin kembali optimal.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong><strong> Diagnostik error, Peforma Mesin, EFI</strong></p> <p> </p> <p><strong><em>ABSTRACT </em></strong></p> <p><em>Diagnostic skills that still rely on manual methods, such as observation and intuition, require considerable time during the initial inspection. Inaccurate observations may lead to fatal damage to engine components caused by misdiagnosis. The objective of this community service program is to enhance error diagnostic skills in Electronic Fuel Injection (EFI) vehicles. The implementation methods consist of three stages: theoretical instruction, practical training, and evaluation. The outcomes indicate that participants demonstrated significant improvement in their diagnostic practice skills, achieving competency in accordance with established performance indicators. Diagnostic inspection data revealed two sensors indicating malfunctions, namely the Manifold Absolute Pressure (MAP) sensor and the Throttle Position Sensor (TPS). The MAP sensor malfunction was characterized by poor acceleration performance, whereas the TPS malfunction resulted in delayed throttle response. These issues occur due to an imbalance in the air–fuel mixture, which disrupts engine performance, causing jerking and excessive fuel consumption. Corrective measures in the form of repair or component replacement are therefore deemed the most appropriate solutions to restore optimal engine performance.</em></p> <p><strong><em>Key word: Error Diagnostic, Engine Performance, EFI</em></strong></p>Galih WibisonoMuhammad SukisMuhammad Ibnu RusydiMuhammad Fiqri Maulin
Copyright (c) 2026 Hikmah Journal of Community Service
2026-02-242026-02-24413744