OPTIMALKAN TUMBUH KEMBANG BAYI DENGAN PIJAT BAYI SECARA MANDIRI
Abstract
ABSTRAK
Di Indonesia faktor adat istiadat masih di pegang teguh dan berkembang secara turun temurun. Salah satunya mengenai pijat bayi. Hampir seluruh daerah mempunyai kebiasaan memijatkan bayinya sejak bayi lahir hingga masa kanak-kanak, pelaku utama pijat bayi tradisional adalah dukun bayi yang mendapatkan keterampilannya secara turun temurun. Masyarakat lebih memilih pijat bayi kepada dukun bayi karena adanya keyakinan dukun bayi dianggap lebih mengerti dan mahir dalam melakukan pijat bayi yang sudah dipraktikkan sejak berabad-abad silam dan kurangnya pengetahuan ibu mengenai cara melakukan pijat bayi. Tujuan kegiatan ini agar ibu mampu melakukan pijat bayi secara baik dan benar sehingga termotivasi dan bersedia melakukan pijat terhadap bayinya sendiri. Metode yang digunakan berupa peningkatan pengetahuan dan ketrampilan ibu tentang pijat bayi yang menekankan keterlibatan ibu. Hasil tanya jawab didapatkan dari 26 orang ibu yang hadir terdapat hanya 1 orang saja yang melakukan pijat pada bayinya namun tidak rutin, sementara yang lainnya memijatkan bayi pada dukun. Dan hampir seluruhnya memijatkan bayinya saat badannya demam saja padahal demam termasuk kontraindikasi dari pijat bayi. Disimpulkan bahwa mayoritas ibu belum mengetahui ketentuan dari pijat bayi. Setelah kegiatan ini diharapkan ibu dapat termotivasi melakukan pemijatan secara mandiri dan rutin terhadap bayinya.
Kata kunci: pijat bayi, mandiri
ABSTRACT
In Indonesia, traditional customs are still firmly held and passed down through generations. One example is infant massage. Nearly all regions have the custom of massaging their babies from birth through childhood. The main practitioners of traditional infant massage are midwives who have passed down their skills through generations. People prefer to have their babies massaged by midwives because of the belief that midwives are considered more knowledgeable and skilled in infant massage, which has been practiced for centuries, and because of mothers' lack of knowledge about how to massage them. The goal of this activity is to enable mothers to perform infant massage properly and correctly, thus motivating them and willing to massage their own babies. The method used is to increase mothers' knowledge and skills about infant massage, emphasizing maternal involvement. The results of a question and answer session obtained from 26 mothers who attended, only one of whom massaged her baby but not regularly, while the others massaged their babies with midwives. And almost all of them only massaged their babies when their bodies were feverish, even though fever is a contraindication for infant massage. It was concluded that the majority of mothers did not understand the rules of infant massage. After this activity, it is hoped that mothers will be motivated to massage their babies independently and regularly.
Keywords: baby massage, independent


